BERITA BOHONG (HOAX) DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM

  • Asiyah Asiyah STAI Muara Bulian

Abstract

Munculnya dampak hoax di media sosial sangatlah berlebihan, terutama dampaknya telah memecah belah umat, sedangkan akar dari munculnya tipuan itu sendiri tidak lain adalah pengaruh perkembangan global dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga manusia dimanjakan dengan berbagai fasilitas canggih, fasilitas ini menyebabkan manusia berhak atas kebebasan berekspresi.Kebebasan inilah yang melahirkan komunikasi manusia dengan orang lain tanpa batas, bahkan dengan media seseorang yang bebas mengekspresikan opini publik, melalui ini, seseorang menjadi bebas dalam mengeksplorasi kepentingan masing-masing, terutama dalam mewujudkan misi eksistensi kepentingan dari kelompok tertentu. Atas dasar ini, terlepas dari bagaimana dampak dari tipuan itu sendiri bekerja, kelompok-kelompok menghasilkan dan mengedarkan berita tipuan di ruang publik. Sebagai tanggapan, penelitian ini berfokus pada pandangan Quran tentang fenomena berita bohong atau hoax. Melalui metode deskriptif ini, penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman bagi umat Islam perlu dihidupkan kembali untuk masyarakat Islam saat ini, sehingga melalui Al-Qur'an kita dapat melihat bagaimana berita bohong itu sendiri telah dijelaskan di dalamnya, dan bagaimana kita sebagai Muslim dapat bekerja untuk menghindari hoax itu sendiri.


ABSTRACT


The raising of hoax phenomenon in the social media is very excessive, especially the impact has been divisive Muslims, whereas the roots of the emergence of the hoax itself is nothing but the influence of global development and the advancement of science and technology, so that humans are pampered with a variety of sophisticated facilities, these facilities cause human beings entitled to freedom of expression. It is this freedom which gives birth to human communication with others indefinitely, even with the media of a person free to express public opinion, through this, one becomes free in exploring the interests of each, especially in realizing a mission of existence by the interests of particular group, on this basis, regardless of how the impact of the hoax itself works, the groups produce and circulate the hoax news in the public sphere. In response, this study focuses on the Quranic view of the phenomenon of hoax or hoax. Through this descriptive method, this study confirms that the Qur'an as a guideline for Muslims needs to be re-dialled to the Islamic society of today, so through the Qur'an we can see how the hoax itself has been described in it, and how we as Muslims can work to avoid the plague of the hoax itself

References

Ahmad Budiman, “Berita Bohong (Hoax) Di Media Sosial Dan Pembentukan Opini Publik,” Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri Isu Aktual 9, no. 1 (2017).
Aidh Al-Qarni, Tafsir Al-Muyassar (Jakarta: Qisthi Press, 2008).
Andina Librayanti, “Survei: Media Sosial Jadi Sumber Utama Penyebaran Hoax,” Tekno Liputan6.com, diakses pada 10 Oktober 2017. http://tekno.liputan6.com/read/2854713/survei-mediasosial-jadi-sumber-utama-penyebaran-hoax.
Anonim, “Hoax,” Wiktionary, diakses pada 5 Oktober 2017, https://en.wiktionary.org/wiki/hoax#English.
Anonim, Oxford University, Oxford: Learner’s Pocket Dictionary (Oxford: Oxford University Press, 2011).
Anonim, “Wabah Hoax : Kabar Sesat Di Media Sosial,” Tempo, Januari 2016
Anne K. Rasmussen, Women The Recited Qur’an, And Islamic Music In Indonesia (London: University Of California Press Ltd, 2010).
Anton Bekker and Achmad Charis Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1990).
Eriyanto, Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi dan Politik Media (Yogyakarta: LKiS, 2002).
Imadu al-din Abu al-Fida Isma’il Ibnu Kathir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, juz 3 (Damaskus: Maktabah Dar al-Fiha`, 1994).
Jay W. Jensen Rivers and Theodore Peterson, Media Massa Dan Masyarakat Modern, trans. Haris Munandar (Jakarta: Kencana, 2008).
Joko Tri Haryanto, “Etika Islam Tentang Pemberitaan Politik di Indonesia,” Yudisia 6, no. 1 (2015)
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Morris P. Fiorina dan Samuel J. Abrams, “Political Polarization in the American Public,” Annual Review of Political Science 11, no. 1 (Juni 2008).
Nabila Tasandra, “Penyebaran Hoax dan Budaya Berbagi,” Kompas.com, diakses pada 10 Oktober 2017, http://nasional.kompas.com/read/ 2017/02/14/09055481/ media.sosial.penyebaran.hoax.dan.budaya. berbagi.
Ratna Istriyani dan Nur Huda Widiana, “Etika Komunikasi Islam Dalam Membendung Informasi Hoax Di Ranah Publik Maya”, , Vol. 36. No. 2 (),” Jurnal Ilmu Dakwah 36, no. 288–315 (2016).
Ricky Firmansyah, “Web Klarifikasi Berita Untuk Meminimalisir Penyebaran Berita Hoax,” Jurnal Informatika 4, no. 2 (September 22, 2017), 231, http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ji/article/view /2138.
RNS Koloay, “Perkembangan Hukum Indonesia Berkenaan Dengan Teknologi Informasi Dan Komunikasi,” Jurnal Hukum Unsrat 22, no. 5 (2016)
Sheila Kasperek and Bethany Messersmith, “The Library That Cried Wolf: Outcomes of a Banned Book Hoax on Facebook,” Pennsylvania Libraries: Research & Practice 3, no. 1 (April 30, 2015)
Published
2018-09-01
How to Cite
ASIYAH, Asiyah. BERITA BOHONG (HOAX) DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM. Jurnal Muamalah, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 1-22, sep. 2018. ISSN 2502-3004. Available at: <http://ejournal.stai-muarabulian.ac.id/index.php/Muamalah/article/view/102>. Date accessed: 17 july 2019.