WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB BERBASIS ALQUR’AN DAN HADITS

  • Muhammad Nurzen STAI Muara Bulian

Abstract

Authority is the basis for action, act, and perform the activity / activities within a company. Without the authority of the people in the company cannot do anything. In the power and authority are always right, but in power are not necessarily the authority and right. Further responsibilities in management will be held accountable or known as accountability. Accountability demonstrate their accountability, namely (1) a lack of compatibility between the implementation of the standard procedures for implementation; (2) the agreed sanctions for errors or omissions in the implementation; and (3) Lack of accountability mechanisms, periodic reports, the accountability report, surveillance system, system of reward and punishment. The use of the word Za'im for leaders indicate that the leader is the person who's most responsible for the state of his subjects. Ignorance, poverty and backwardness of the people is the responsibility of the leader because the people have handed over their affairs to the boss. Responsibility is part of Islam called mas'uliyyah. Responsibility means is that every human being whatever its status must first ask himself what pushed him in the act, spoken word, and plan something. In essence, all human beings are in charge for everything that is under the authority in accordance with the level and position of each, ranging from formal leader until the leader of the non-formal. Thus, everyone should be accountable for everything that is its responsibility.


Otoritas adalah dasar untuk tindakan, tindakan, dan melakukan aktivitas / kegiatan dalam perusahaan. Tanpa otoritas orang-orang di perusahaan tidak bisa melakukan apa-apa. Dalam kekuasaan dan otoritas selalu benar, tapi yang berkuasa belum tentu wewenang dan hak. tanggung jawab lebih lanjut dalam manajemen akan bertanggung jawab atau yang dikenal sebagai pertanggungjawaban. Akuntabilitas menunjukkan akuntabilitas mereka, yaitu (1) kurangnya kompatibilitas antara pelaksanaan prosedur standar untuk implementasi; (2) sanksi yang disepakati untuk kesalahan atau kelalaian dalam pelaksanaan; dan (3) Kurangnya mekanisme akuntabilitas, laporan berkala, laporan pertanggungjawaban, sistem pengawasan, sistem reward dan punishment. Penggunaan kata Za'im bagi para pemimpin menunjukkan bahwa pemimpin adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas keadaan rakyatnya. Kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan rakyat adalah tanggung jawab pemimpin karena orang-orang telah menyerahkan urusan mereka kepada bos. Tanggung jawab adalah bagian dari Islam disebut mas'uliyyah. Tanggung jawab berarti bahwa setiap manusia apapun statusnya pertama harus bertanya pada diri sendiri apa yang mendorongnya dalam bertindak, kata yang diucapkan, dan merencanakan sesuatu. Pada dasarnya, semua manusia bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang berada di bawah kewenangan sesuai dengan tingkat dan posisi masing-masing, mulai dari pemimpin resmi sampai pemimpin non-formal. Dengan demikian, setiap orang harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.

References

Abdullah bin Muhammad. Tafsir Ibnu Katsir. Bogor: Pustaka ImamAsy-Syafi‟i.2008
Akdon. Strategic Management for Educational Management. Bandung: Alfabeta. 2011
Amril. Akhlak Tasawuf: Meretas Jalan Menuju Akhlak Mulia. Bandung:Refika Aditama. 2015
George R. Terry. Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. 2009
Malayu S.P Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Bumi Aksara. 2010
Malayu S.P Hasibuan. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah. Bandung: Bumi Aksara. 2009
Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilalil-Qur‟an. Jakarta: Gema Insani Press. 2001
Siswanto. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. 2011
Syaiful Sagala. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta. 2011
Published
2016-09-01
How to Cite
NURZEN, Muhammad. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB BERBASIS ALQUR’AN DAN HADITS. Jurnal At-Tasyrih, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 1-10, sep. 2016. ISSN 2461-0410. Available at: <http://ejournal.stai-muarabulian.ac.id/index.php/Attasyrih/article/view/22>. Date accessed: 25 june 2018.
Section
Articles