PERAN PENGAJIAN ANTARA MAGHRIB ISYA (PAMI) DALAM MENGATASI BUTA AKSARA AL-QUR’AN DI DESA OLAK KECATAMAN MUARA BULIAN-BATANG HARI JAMBI

Ansori Ansori

Sari


Abstract
The child is living ornaments parents, power and glory as well as the bastion of older people. Providing education and religious debriefing for children from an early age is a very important task, because children are the soul sedative and tranquilizing heart. Therefore, parents should pay attention to the religious education of their children because of religious development in childhood, occurs through the experience of his life since childhood, whether in family, school and community environments. The more experience that are either religious (in accordance with the teachings of the religion), will be the more religious elements in the person of the child. If the child's personal many religious elements, the attitude and the behavior of action and the way the child would face life in accordance with religious teachings. Educating children is the responsibility of parents. As set forth in Q.S. At-Tahriim paragraph 6. The focus of the problem in this research is to determine the role and PAMI teachers obstacle in overcoming illiteracy Qur'an in Desa Olak Kecamatan Muara Bulian as well as efforts to overcome these obstacles. The purpose of this study to determine the role and constraints faced by PAMI teachers in Desa Olak Kecamatan Muarabulian Kabuapten Batang Hari. In conclusion, the first: The Role of PAMI in overcoming illiteracy of the Qur’an in Desa Olak Kecamatan Muarabulian been running quite well, it is proved by the rise of children who regularly come home after sunset each teacher to recite / learning al- Quran. Second: the 

obstacles found in the field is that there are some children who lack the discipline to chant, in some places there is a lack of teachers PAMI for pretty much his cause children to feel tired of waiting for their turn.
anak tinggal ornamen orang tua, kuasa dan kemuliaan serta benteng orang tua. Memberikan pendidikan dan pembekalan agama untuk anak-anak dari usia dini adalah tugas yang sangat penting, karena anak-anak adalah obat penenang jiwa dan penenang hati. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan pendidikan agama anak-anak mereka karena perkembangan agama di masa kecil, terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil, baik dalam keluarga, sekolah dan masyarakat lingkungan. Semakin banyak pengalaman yang baik agama (sesuai dengan ajaran agama), akan menjadi elemen yang lebih religius dalam pribadi anak. Jika banyak unsur keagamaan pribadi anak, sikap dan perilaku tindakan dan cara anak akan menghadapi hidup sesuai dengan ajaran agama. Mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua. Sebagaimana diatur dalam Q.S. At-Tahriim ayat 6. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk menentukan peran dan Pami guru kendala dalam mengatasi buta huruf Al Qur'an di Desa Olak Kecamatan Muara Bulian serta upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dan kendala yang dihadapi guru Pami di Desa Olak Kecamatan Muara Bulian Kabuapten Batang Hari. Kesimpulannya, pertama: Peran Pami dalam mengatasi buta huruf Al-Qur'an di Desa Olak Kecamatan Muara Bulian sudah berjalan cukup baik, hal ini terbukti dengan munculnya anak-anak yang secara teratur datang ke rumah setelah matahari terbenam setiap guru untuk membaca / belajar al- Quran. Kedua: hambatan yang ditemukan di lapangan adalah bahwa ada beberapa anak-anak yang kurang disiplin untuk menyanyi, di beberapa tempat ada kurangnya guru Pami untuk cukup banyak penyebabnya anak merasa bosan menunggu giliran mereka
Keywords: Peran pengajian antara maghrib dan isya (PAMI), Buta aksara Al-qur’an


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Index By :

blog untuk belajar seo dan blogblog untuk belajar seo dan blog