MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG KONDUSIF DAN EFEKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS

  • Muhammad Yusup STAI Muara Bulian

Abstract

Efforts to improve the quality of education continue to be done by the various parties, both conventional and innovative. This business is a lot based on the mandate embodied in Republic Act No. 20 of 2003 on Chapter II, Article 3, which says: "National education serves to develop skills and membentukk character and civilization of the nation's dignity in the context of educating the nation that aims to develop students' potentials to become a man of faith and piety to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent and become citizens of a democratic and accountable. Many factors need to be considered in creating an atmosphere conducive to quality learning and to improve student achievement. As several factors to consider, among other things, namely: First, learning approaches should be oriented on how students learn (student centered); Secondly, the appreciation of teachers to the active participation of students in any learning context. Third, teachers should be democratic in memeneg learning activities. Fourth, any problems that arise in the learning process should be addressed in dialogue. Fifth, the classroom environment should be set such that motivate student learning and encourage the process of learning. Sixth, providing a variety of learning resources or information related to a variety of learning resources that can be accessed or students are learning quickly. Teaching and Learning is at the core of the process of formal education with the teacher as the main character.Teachers will determine the atmosphere of teaching and learning in the classroom. Competent teachers will be better able to create a learning environment that is effective and efficient in the classroom, so that student learning outcomes are at the optimal level. The success, influenced by many factors mainly lies in educators (teachers) and taught (students), who serves as actors and subjects in the process.


Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak, baik konvensional dan inovatif. bisnis ini banyak didasarkan pada mandat yang terkandung di Republik Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Bab II, Pasal 3, yang mengatakan: "Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan karakter membentukk dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam konteks mendidik bangsa yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menciptakan suasana kondusif untuk belajar kualitas dan meningkatkan prestasi siswa. Seperti beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain, yaitu: Pertama, pendekatan pembelajaran harus berorientasi pada bagaimana siswa belajar (student centered); Kedua, apresiasi guru untuk partisipasi aktif siswa dalam konteks pembelajaran. Ketiga, guru harus demokratis dalam kegiatan belajar memeneg. Keempat, setiap masalah yang timbul dalam proses pembelajaran harus ditangani dalam dialog. Kelima, lingkungan kelas harus diatur sedemikian rupa sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong proses pembelajaran. Keenam, menyediakan berbagai sumber daya atau informasi yang berhubungan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau siswa belajar dengan cepat belajar. Mengajar dan Belajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai karakter utama. Guru akan menentukan suasana mengajar dan belajar di kelas. guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien di dalam kelas, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Keberhasilan, dipengaruhi oleh banyak faktor terutama terletak pada pendidik (guru) dan mengajar (siswa), yang berfungsi sebagai aktor dan subyek dalam proses.

References

Abu Ahmadi, Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Abu Ahmadi, Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: PT.Al-Ma’arif, 1989.
Ali Imran dkk., Manajemen Pendidikan, Malang: Universitas Negeri Malang, 2003.
Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994.
DePorter, Bobbi., dkk. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Bandung: Kaifa, 2007.
Dimyati, Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
Mujamil Qomar, Meniti Jalan Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2002.
Punaji Setyosari, Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktek, Malang: Elang Mas, 2001.
Slameto, Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Sudirman N, dkk, Ilmu Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992.
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, Jakarta: Rajawali Pers, 1992.
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dlam Intreraksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung: Citra Umbara, 2003.
W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo, 1991.
Published
2016-09-01
How to Cite
YUSUP, Muhammad. MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG KONDUSIF DAN EFEKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS. Jurnal At-Tasyrih, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 35-52, sep. 2016. ISSN 2461-0410. Available at: <http://ejournal.stai-muarabulian.ac.id/index.php/Attasyrih/article/view/27>. Date accessed: 18 july 2018.
Section
Articles